Aku senang sekali akhirnya terkabul juga keinginanku tirtayatra ke Pura Gunung Salak. Udara Bogor sangat dingin waktu itu, dan hujan turun rintik-rintik. Namun, udara dingin tidak menyuruti keinginanku menapaki tangga menuju pura. Disana, aku bertemu beberapa umat hindu yang juga sedang melakukan persembahyangan ke sana. Kami sempat bertegur sapa. Mereka kelihatan senang sekali bisa bertemu kami (aku dan 3 temanku) yang berasal dari Bali.
Pura yang berlokasi di Desa Taman Sari, Lereng Gunung Salak, Kabupten Bogor Jawa Barat ini dirintis sejak tahun 1995. Pembangunan pura ini merupakan hasil kerja gotong royong umat. Area utama Ning Mandala merupakan area suci. Bangunan penting lain adalah Padmasana yang merupakan tempat persembahyangan serta Balai Pasamuan Agung. Di bangunnya pura Salak di daerah ini memang bukan tanpa alasan. Konon di tanah inilah Prabu Siliwangi sang Raja Padjadjaran yang membawa kemasyuran bagi tanah Sunda pernah berdiam. Bahkan ada yang percaya di tempat ini Prabu Siliwangi menghilang bersama para prajuritnya. Hingga akhirnya sebelum membangun pura, umat Hindu lalu memutuskan untuk membangun terlebih dulu candi dengan patung macan berwarna putih dan hitam. Sebagai penghormatan terhadap Kerajaan Padjadjaran, Kerajaan Hindu terakhir di tanah Parahyangan.

aku di tangga menuju Pura Gunung Salak
Berbagai kesaktian sang prabu ini pula yang jadi latarbelakang berdirinya pura di Gunung Salak. Konon, dulu sering ada hal-hal gaib yang terjadi di wilayah ini yang berhubungan dengan Prabu Siliwangi, raja mashyur dari Kerajaan Hindu terakhir di Jawa Barat. Pendirian pura di Gunung Salak yang dipercaya sebagai petilasan Sri Paduga Maharaja Prabu Siliwangi, bukan hanya membawa kegembiraan bagi para umat Hindu. Catatan sejarah tersendiri bagi umat Hindu. Mereka akan memiliki sebuah pura utama di Gunung Salak. Pura Parahyangan Agung JagatkartyaTaman Sari Gunung Salak. Biasanya turun hujan setiap upacara berlangsung. Walau hujan lebat upacara tetap berlangsung. Ritual yang dilakukan adalah ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil bumi yang diberikan kepada umat.
alo, wordpressnya keren dechhhh
narcissssssssss
By: wirati on May 30, 2009
at 9:12 am
bagussssssssssssssssssss
By: yanti yan on May 30, 2009
at 9:13 am
woww….indah banget….mau ikut gw kesana lg tgl 18 juli…?
By: arman on July 1, 2009
at 11:05 am
hehhhehehe, belum ada libur nih, sibuk terusssss
By: wirati on July 4, 2009
at 1:54 pm
Jadi kangen pingin ke sana lagi
By: Cahya on July 14, 2009
at 5:40 am
yah betul tuh. Saya juga pengen lagi ke sana. Suasananya damai dan tenang.
Dimana nich?
By: wirati on July 15, 2009
at 12:22 pm
He he, serasa melayang di atas awan
Saya di Jogja saya koq.
By: Cahya on July 27, 2009
at 9:28 am
mohon informasinya jalan kesana dari baranang siang naik apa jurusan mana turun dimana mohon kirim ke email saya
By: iwan on July 15, 2009
at 9:03 am
rencana tgl 07 sy kedatangan keluarga dr buleleng minta diantar ke Pura Gunung Salak… bisa share info rute ke sana kalo dr tol Jagorawi?
btw. sy tinggal di Tangerang – Banten
By: Putu Bobi on July 24, 2009
at 2:40 am
waduh sori banget. Ak ga tahu tuh. karena ka baru juga pertama kali ke situ. Ak diantar ama supir Bali TV.
Ak kan aslinya dari Bali, ga tahu byk jalan2 ke situ,
Benar-benar minta maaf deh
By: wirati on July 26, 2009
at 8:40 am