Posted by: wirati | June 1, 2009

Pura Dalem Waturenggong Desa Taro Gianyar

2

Aku di depan salah satu tugu di Pura Dalem Waturenggong

Waktu ini aku bersama kantor mengadakan acara pengobatan gratis di Desa Taro, Kec. Tegalalang Gianyar. Pada kesempatan itu, aku sempat bersembahyang di Pura Dalem Waturenggong. Pura ini berdiri  saat pemerintahan Dalem Waturenggong.

Pemerintah Dalem Waturenggong merupakan puncak kebesaran atau jaman kemasan Kerajaan Bali. Karena pada jaman Dalem Waturenggong, wilayah kerajaan Bali sudah meluas sampai ke Sasak (lombok), Sumbawa, Balmbangan dan Puger. Dalem Waturenggong adalah raja yang sangat ditakuti oleh raja Pasuruan dan Raja Mataram. Pemerintah Dalem Waturenggong pada abad XVI (sekitar tahun 1550 M) merupakan awal lepasnya ikatan dan pengaruh Majapahit terhadap kerajaan Bali seiring runtuhnya kerajaan Majapahit oleh Kerjaan Islam.

Posted by: wirati | May 30, 2009

Tirtayatra ke Gunung Salak

pura-gunung-salak-di-BogorAku senang sekali akhirnya terkabul juga keinginanku tirtayatra ke Pura Gunung Salak. Udara Bogor sangat dingin waktu itu, dan hujan turun rintik-rintik.  Namun, udara dingin tidak menyuruti keinginanku menapaki tangga menuju pura.  Disana, aku bertemu beberapa umat hindu yang juga sedang melakukan persembahyangan ke sana. Kami sempat bertegur sapa. Mereka kelihatan senang sekali bisa bertemu kami (aku dan 3 temanku) yang berasal dari Bali.

Pura yang berlokasi di Desa Taman Sari, Lereng Gunung Salak, Kabupten Bogor Jawa Barat ini dirintis sejak tahun 1995. Pembangunan pura ini merupakan hasil kerja gotong royong umat.  Area utama Ning Mandala  merupakan area suci. Bangunan penting lain adalah Padmasana yang merupakan tempat persembahyangan  serta Balai Pasamuan Agung. Di bangunnya pura Salak di daerah ini memang bukan tanpa alasan. Konon di tanah inilah Prabu Siliwangi sang Raja Padjadjaran yang membawa kemasyuran bagi tanah Sunda pernah berdiam. Bahkan ada yang percaya di tempat ini Prabu Siliwangi menghilang bersama para prajuritnya. Hingga akhirnya sebelum membangun pura, umat Hindu lalu memutuskan untuk membangun terlebih dulu candi dengan patung macan berwarna putih dan hitam. Sebagai penghormatan terhadap Kerajaan Padjadjaran, Kerajaan Hindu terakhir di tanah Parahyangan.

aku di tangga menuju Pura Gunung Salak

aku di tangga menuju Pura Gunung Salak

Berbagai kesaktian sang prabu ini pula yang jadi latarbelakang berdirinya pura di Gunung Salak. Konon, dulu sering ada hal-hal gaib yang terjadi di wilayah ini yang berhubungan dengan Prabu Siliwangi, raja mashyur dari Kerajaan Hindu terakhir di Jawa Barat. Pendirian pura di Gunung Salak yang dipercaya sebagai petilasan Sri Paduga Maharaja Prabu Siliwangi, bukan hanya membawa kegembiraan bagi para umat Hindu. Catatan sejarah tersendiri bagi umat Hindu. Mereka akan memiliki sebuah pura utama di Gunung Salak. Pura Parahyangan Agung JagatkartyaTaman Sari Gunung Salak. Biasanya turun hujan setiap upacara berlangsung.  Walau hujan lebat upacara tetap berlangsung. Ritual yang dilakukan adalah ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil bumi yang diberikan kepada umat.

Posted by: wirati | December 26, 2008

Ibu, Aku Mencintaimu

Perjuanganmu tak lekat oleh waktu

Kegigihan dan kesabaranmu

memberi hidup ku berarti……

Tak mampu ku ucapkan beribu kalimat indah

Hanya satu yang ingin aku ucapkan

sangat menyesatkan dadaku

Ibu , ……….

maafkan aku yang selama ini

begitu banyak menguras beban pikiranmu

tak henti remukkan perasaanmu

Namun, kau selalu tersenyum

ditengah galaunya hatimu

hadapi sikap keras kepalaku

Ibu, …………

kau bagai seikat bunga

selalu memberiku kesejukan

tatkala ku jatuh, hancur

kau lakukan apapun agar aku bangun, bangkit dan terus dan tetap berjuang

Ibu, ………..

Kadang kau begitu keras padaku

Karena kau tidak ingin aku rapuh

Ibu……………

senyummu memberiku beribu harapan

Di tengah perjuanganku meraih impian

Terimakasih Ibu…….

Hanya doa yang kupanjatkan padamu

Semoga Tuhan memberimu umur panjang dan kesehatan.

Posted by: wirati | December 18, 2008

Kau

Saat  aku berjalan  menjauh

Kau memanggilku ………

Lirih ku dengar suaramu,

di tengah hampanya hatiku

Aku tak yakin

semua yang kau berikan padaku

asa, harapan, semuanya,,,,

Aku segera beranjak

dari mimpi kosongku

kau selalu memanggilku

bahkan menjerit memintaku kembali

Ku tak tahu, apakah ini nyata

atau hanya ilusi belaka

Kau selalu memanggilku kembali…………………..

Posted by: wirati | December 6, 2008

Diam

Diam, bukanku mau

Diam, bukanku ingin

Diam, bukanku setuju

Diam, bukanku percaya

Ada asa….

yang menderu

inginku kau tahu…..

Tak kuasa ingin kuungkapkan

gelintir keluh bibirku

ucapkan senduku

tak menyentuh rasa

inginku kau tahu

entah…….. entahlah

akankah inginku kau tahu???

Categories